Posts

Aksi Nyata 3.3

Image
  AKSI NYATA 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid Sari Puji Susanty, S.Pd.,Gr – SMPN 1 Cisalak CGP Angkatan III, Kab. Subang             Bahasa Inggris adalah bahasa internasional, dengan menguasai bahasa ini maka kita sedang mempersiapkan murid di era global dan digital. Melalui program English Club yang saya kelola ini, saya ingin memberikan kesempatan bagi murid untuk berinteraksi positif dalam penerapan berbahasa Inggris yang tepat, meningkatkan keterampilan sosial, menghargai perbedaan dan budaya mendengarkan dan memfasilitasi minat dan bakat murid dalam bidang bahasa Inggris.             Saya sadar bahwa yang menjadi kendala bagi murid dalam mempelajari Bahasa Inggris adalah minimnya kesempatan untuk mempraktikkan berbicara ( speaking ) dengan native speaker . Saya berusaha mewujudkan hal ini dengan mengenalkan beberapa teman dari luar negeri...

Aksi Nyata 3.2

Image
  AKSI NYATA 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Sari Puji Susanty, S.Pd.,Gr – SMPN 1 Cisalak CGP Angkatan III, Kab. Subang             Saya ingin menciptakan suasana kelas yang nyaman bagi warga kelas VIIIE khususnya. Saya mengajak para murid untuk berpendapat hal-hal apa saja yang membuat mereka merasa nyaman di kelas. Sebagian besar murid menjawab mereka nyaman saat di kelas yang tidak ada perundungan, kelas yang rapi, ramah dan saling menghargai.             Sebagai langkah awal, saya ajak murid VIIIE menemukan hal-hal yang menarik atau yang ingin mereka lakukan di kelas agar saling mengenal lebih dekat. Mereka ingin melakukan kegiatan opsih, makan bersama, dan bincang santai dengan wali kelas sesuai dengan momen menyambut bulan suci Ramadan. Saya pun menyetujui dan menyarankan mereka membawa makanan sehat dari rumah dengan menggunakan wadah. Hal ini bertujuan u...

AKSI NYATA

Image
  AKSI NYATA Sari Puji Susanty, S.Pd.,Gr – SMPN 1 Cisalak CGP Angkatan III, Kab. Subang   MODUL 3 PEMIMPIN PEMBELAJARAN DALAM PENGEMBANGAN SEKOLAH MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN 1.     PERISTIWA (FACTS) Pendidikan adalah indikator kemajuan bangsa. Salah satu sarana dan prasarana pendidikan formal di Indonesia adalah sekolah. Sekolah terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, salah satunya adalah Sekolah Menengah Pertama. Pada Sekolah Menengah Pertama, pendidikan dititikberatkan kepada kemampuan siswa untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatnya. Di antaranya digunakan untuk melanjutkn pendidikan ke sekolah menengah atas, perguruan tinggi atau terjun ke masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan bekal atau kemampuan di antaranya kemampuan berbahasa Inggris. Salah satu sekolah yang menuntut kemampuan berbahasa Inggris bagi siswanya adalah SMP Negeri 1 Cisalak.   Alasan kuat dituntutnya kemampuan berbahasa Inggris bagi siswa ...

KONEKSI ANTARMATERI 3.1

  KONEKSI ANTARMATERI Sari Puji Susanty, S.Pd.,Gr – SMPN 1 Cisalak CGP Angkatan III, Kab. Subang     Pernyataan Pemantik “Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik.” ( Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is the best ) Bob Talbert ·          Kaitan kutipan di atas dengan proses pembelajaran yang sedang saya pelajari adalah bahwa saya tak semata belajar mengenai teori saja, tetapi ada hal-hal penting yang harus diterapkan dengan baik. Bahwa belajar itu butuh kepemimpinan dalam mengambil keputusan yang tepat. Pada kutipan tersebut telah jelas agar kita menanamkan hal-hal utama yang berhubungan dengan nilai dan karakter. ·          Nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dalam suatu pengambilan keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita yaitu dengan melakukan tindakan nya...

JURNAL MONOLOG

  JURNAL MONOLOG DEMONSTRASI KONTEKSTUAL IDE ENGLISH CLUB Sari Puji Susanty, S.Pd.,Gr – SMPN 1 Cisalak CGP Angkatan III, Kab. Subang   “Hidup itu sebuah kesempatan. Kesempatan untuk berbuat atau tidak berbuat sama sekali.” (Indianabiz)                   Pernakah kita mengalami dilema etika dalam kehidupan ini? Saya yakin semua orang pasti pernah mengalaminya. Bagaimana cara kita mengatasinya? Sudahkah mempertimbangkan berbagai hal sebelum memutuskan sesuatu? Perlukah bantuan orang lain dalam memutuskan hal tersebut?                 Pertanyaan di atas sempat mengganjal dan menari-nari di benak saya ketika saya mulai mempelajari modul 3.1 dengan judul Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran . Seolah-olah ada kilas balik yang tergambar, keputusan-keputusan apa saja yang telah saya ambil dan ses...

Penerapan Budaya Positif melalui Keyakinan Kelas

Image
Penerapan Budaya Positif melalui Keyakinan Kelas Sari Puji Susanty, S.Pd.,Gr - SMPN 1 Cisalak CGP Angkatan III, Kab. Subang          Budaya positif merupakan hal-hal positif yang dilakukan secara terus menerus melalui pembiasaan-pembiasaan sehingga membudaya. Budaya positif yang diterapkan baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah akan menciptakan lingkungan belajar yang positif, nyaman, menyenangkan dan berpihak pada murid.             Budaya positif ini harus dimulai dari lingkup yang terkecil dulu, yaitu di dalam kelas. Dari sekian banyak budaya positif yang dapat ditanamkan, maka langkah awal yang dilakukan adalah menerapkan keyakinan kelas. Mengapa? Apa bedanya Keyakinan Kelas dengan peraturan kelas?                Setiap tindakan atau perilaku yang kita lakukan di dalam kelas dapat menentukan terciptanya sebuah lingkungan positif. Perilaku warga kelas tersebut menjadi sebuah ke...

Koneksi antar materi

 KONEKSI ANTAR MATERI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan tersebut terkait dengan: 1. Menciptakan lingkungan belajar yang mengundang murid untuk belajar. 2. Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas bagi guru dan murid. 3. Penilaian berkelanjutan. 4. Cara guru merespon kebutuhan belajar murid. 5. Manajemen kelas yang efektif. Kebutuhan belajar murid meliputi: 1. Kesiapan belajar (readiness) murid. Murid akan menunjukkan kinerja yang lebih baik jika tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya. 2. Minat murid. Jika tugas-tugas tersebut memicu keingintahuan atau hasrat dalam diri seorang murid yang sesuai dengan minatnya. 3. Profil belajar murid. Jika tugas itu memberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja dengan cara yang mereka ...