Posts

Mengintip Naskah Analisis Hati

"Aksara ini hanya terbatas A sampai Z, takkan mampu melukiskan untaian kata untuk kupersembahkan padamu. Goresan tinta ini mencoba memaknai pesan cinta yang ingin disampaikan, meski semua aksara ini terbatas." Sepenggal kalimat di atas adalah kalimat yang saya kutip dari naskah terbaru untuk buku antologi terbaru saya. Spoiler dikit ya, hehe ... biar agak penasaran dengan bukunya. Kali ini saya menulis lima surat yang saya tujukan kepada orang tua, anak, diri sendiri, timbangan, dan rinai hujan. Meski dalam tiap suratnya saya tidak menuturkan secara personal, tetapi saya ingin pembaca pun merasakan hal yang sama dan merasa terwakili dengan adanya tulisan saya ini. Saya tertarik ikut ambil bagian dalam menulis buku antologi berjudul Surat Untukmu 3. Kenapa? Buku yang sudah sampai hattrick ini berarti banyak peminatnya, itulah mengapa saya mau bergabung. Saya pun menikmati diksi-diksi apik yang disuguhkan. Kenapa saya mengambil judul Analisis Hati? Sebelumnya momen menulis nask...

Penerbit Mayor

Image
          Hari Rabu, 28 April 2021, saya mengikuti kembali pelatihan Belajar Menulis. Jadwal kali ini digawangi oleh Mr. Bams dengan Pak Edi S. Mulyana sebagai narasumbernya. Beliau akan membahas Penerbit Mayor. Beliau adalah publishing consultant & e-book development penerbit Andi publisher yang notabene merupakan penerbit mayor. Beliau telah menulis karya buku sebanyak sembilan buku.     Di awal pelatihan siang ini Mr. Bams memperkenalkan CV Pak Edi dan menyampaikan hal penting selama pelatihan.     Lalu di sesi pemaparan materi Pak Edi menjelaskan tentang beliau yang merupakan penulis lepas yang hidup dari menulis buku. Menurut beliau, dunia penerbitan sempat mengalami tantangan selama masa pandemi, meskipun sudah berjalan normal lagi. Bisnis penerbitan adalah bisnis yang disertai dengan idealisme di dalamnya, yang tentunya setiap penerbit mempunyai visi dan misi yang berbeda-beda. Pasar toko buku merupakan outlet utama bisnis ini...

Tips Memasarkan Buku ala Om Jay

Image
  Seperti biasa hari Senin saya menyimak pelatihan Belajar Menulis. Pelatihan hari ini Pak Sucipto Ardi bertindak sebagai moderator dan Om Jay sebagai narasumber dengan tema Teknik Memasarkan Buku. Pak Sucipto menjelaskan susunan acara: 1. Pembukaan 2. Paparan narasumber (1 jam) 3. Tanya jawab (1 jam) 4. Penutup Selanjutnya Om Jay menerangkan bahwa untuk bisa memasarkan buku yang bermutu,kita harus belajar bagaimana menulis dan menerbitkan buku. Selanjutnya beliau berkata penulis yang baik adalah pembaca yang baik, kita akan menemukan buku itu bagus setelah membaca isinya. Teknik memasarkan buku ada beberapa cara, salah satu carayang paling banayak dipakai adalah menggunakan media digital dan media sosial. Om Jay sendiri menggunakan blog, YouTube dan Instagram untuk memasarkan bukunya. Menurut beliau, inti dari memasarkan buku adalah adanya kolaborasi. Kita harus bekerjasama dengan orang lain agar buku yang diterbitkan laku di pasaran, termasuk rajin bersilaturahmi. Set...

Showing yang Bikin Glowing

Image
Hari Jum’at yang cerah. Selamat Hari Buku Sedunia! 23 April ditetapkan oleh UNESCO sebagai World Book Day. Semoga makin semangat dalam menghasilkan karya yang menginspirasi! Pagi-pagi sudah dapat kabar baik dari grup Whatsapp di kelas Surat Untukmu 3 yang dikelola komunitas RAI (Rumah Antologi Indonesia). Naskah saya terpilih menjadi salah satu naskah terbaik dalam hal showing dan berhak mendapatkan hadiah spesial dari Teh Rizka selaku owner. Senang rasanya karena tadinya naskah ini tidak akan diikutsertakan untuk naskah di buku antologi. Kenapa? Jadi begini ceritanya, setiap pekan penulis diminta untuk mengumpulkan naskah sesuai tema dan tugasnya, terlepas dari apakah naskah itu hanya untuk memenuhi tugas praktik atau termasuk naskah buku. Nahhh … karena temanya showing, yaitu menunjukkan cerita secara detil sehingga pembaca tergambar suasananya, saya pun berpikir keras untuk membuat naskahnya. Saya tuh bukan tipe penulis yang bisa menggambarkan detail seperti di cerpen atau nov...

MENGENAL MENTAL DAN NALURI PENULIS

Image
  Jumat berkah. Bertepatan dengan Hari Buku Sedunia, saya mengikuti kembali Kelas Belajar Menulis, berharap bisa menerbitkan buku tunggal. Kali ini Bu Aam Nurhasanah bertindak sebagai moderator, narasumbernya Bu Ditta Widya Utami. Beliau adalah alumni Kelas Menulis gel. 7 dan bukunya tembus ke penerbit mayor. Luar biasa! Bu Ditta lahir di Subang, 23 Mei 1990, menikah dan memiliki satu putra. Saai ini beliau berprofesi sebagai guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang. Beliau sudah memiliki karya tunggal sebanyak 6 buku, karya bersama sebanyak 11 buku. Meskipun masih muda, namun beliau sudah meraih beberapa penghargaan di bidang literasi, yang terakhir adalah penghargaan dari Bupati Subang tahun 2021.  Bu Ditta memaparkan materi mengenai “Mental dan Naluri Penulis”. Ibarat jiwa dan raga maka teknik menulis dan mental penulis harus ada agar penulis dan tulisannya “hidup”. Jika teknik menulis mencakup dengan kemampuan dalam menulis, sedangkan mental menulis merujuk pada kondisi...

Menerbitkan Buku melalui Penerbit Indie

Image
  Senin siang, 19 April 2021, seperti biasa saya mengikuti Pelatihan Belajar Menulis. Kali ini pertemuan ke-7 yang digawangi Pak Sucipto Adi sebagai moderatornya dan Pak Raimundus Brian Prasetyo sebagai narasumbernya. Susunan acaranya sebagai berikut: 1. Pembukaan 2. Paparan narasumber (1 jam) 3. Tanya jawab (1 jam) 4. Penutup Profil narasumber diperkenalkan oleh moderator melalui tautan. Pak Raimundus Brian Prasetyawan lahir di Jakarta, 30 Juni 1992. Kini beliau berprofesi sebagai guru SD di Jakarta. Beliau memulai aktivitas sejak membuat blog pertamanya tahun 2009. Beliau telah menghasilkan puluhan tulisan yang dicetak di beberapa media cetak terkenal seperti Media Indonesia, Harian Kompas, Tabloid Bola, melahirkan tiga buku solo, delapan buku antologi, curator empat buku. Pak Brian juga merupakan alumni di kelas Belajar Menulis gel. 4. Pak Brian memulai pemaparan materi dengan pertanyaan mengapa menerbitkan buku dikatakan semakin mudah? Karena sekarang sudah ada pe...

Ketika Resume Menjadi Sebuah Buku

Image
Siang ini saya mengikuti kembali jadwal kelas Belajar Menulis. Pada kesempatan kali ini bu Sri Sugiastuti alias Bu Kanjeng bertindak sebagai moderatornya, sedangkan narasumbernya bu Aam Nurhasanah.  Setelah pembukaan oleh Bu Kanjeng, dilanjutkan dengan Bu Aam mengenalkan profil beliau. Bu Aam lahir di Cipanas, 12 Agustus 1988. Saat ini beliau menjabat sebagai kepala sekolah di SMPS MAHIDA yang terletak di Desa Luhurjaya, Kec. Cipanas, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Sudah menghasilkan 15 buku antologi dan 3 buku solo. Buku solo berjudul “Blogger Inspiratif” meraih juara 1 lomba blog tingkat Nasional pada Maret 2021. Menurut Bu Aam, menulis resume menjadi buku adalah salah satu jalan termudah untuk menerbitkan buku. Resume menurut KBBI adalah rangkuman atau ringkasan. Ada 7 teknik cara menulis resume menjadi buku: 1. Mengumpulkan resume dalam bentuk word 2. Menentukan tema 3. Membuat daftar isi 4. Mengembangkan daftar isi 5. Review, revisi, dan edit naskah 6. Melengka...