Posts

Koneksi antar materi

 KONEKSI ANTAR MATERI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan tersebut terkait dengan: 1. Menciptakan lingkungan belajar yang mengundang murid untuk belajar. 2. Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas bagi guru dan murid. 3. Penilaian berkelanjutan. 4. Cara guru merespon kebutuhan belajar murid. 5. Manajemen kelas yang efektif. Kebutuhan belajar murid meliputi: 1. Kesiapan belajar (readiness) murid. Murid akan menunjukkan kinerja yang lebih baik jika tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya. 2. Minat murid. Jika tugas-tugas tersebut memicu keingintahuan atau hasrat dalam diri seorang murid yang sesuai dengan minatnya. 3. Profil belajar murid. Jika tugas itu memberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja dengan cara yang mereka ...

Pembelajaran Berdiferensiasi

  EKSPLORASI KONSEP MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Sari Puji Susanty, S.Pd.,Gr – SMPN 1 Cisalak CGP Angkatan III, Kab. Subang   Hasil pengamatan video dan artikel di LMS 1.     Informasi atau fakta yang disampaikan dalam video Tiga aspek kebutuhan belajar murid: kesiapan belajar, minat belajar, profil belajar. Strategi diferensiasi: - Diferensiasi konten, yaitu apa yang diajarkan kepada murid dengan mempertimbangkan pemetaan kebutuhan belajar murid dari segi kesiapan belajar, minat, dan profil belajar atau kombinasi dari ketiganya. - Diferensiasi proses, yaitu guru perlu memahami apakah murid akan belajar berkelompok atau mandiri, mengembangkan kegiatan bervariasi yang mengakomodasi gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Pada kegiatan ini hal yang dapat dilakukan oleh guru misalnya; kegiatan berjenjang, memberikan pertanyaan pemandu, agenda individu, variasi lama waktu, kegiatan bervariasi, dan pengelompokan fleksibel. - Difer...

Aksi Nyata Budaya Positif

Image
  Kolaboratif Menerapkan Budaya Positif Sari Puji Susanty – SMPN 1 Cisalak CGP Angkatan III, Kab. Subang             Budaya positif yang terdapat di modul 1.4 pada Program Guru Penggerak mencakup materi perubahan paradigma, konsep disiplin positif dan motivasi, keyakinan kelas, pemenuhan kebutuhan dasar, lima posisi control, dan segitiga restitusi.                Banyak hal menarik selama belajar mandiri mengenai budaya positif ini. Poin pentingnya adalah penerapannya dimulai dari lingkup terkecil yaitu kelas, yang tentunya kebiasaan-kebiasaan positif ini akan membudaya ke lingkup yang lebih luas yaitu sekolah, bahkan masyarakat.                Pada aksi nyata yang saya lakukan adalah berkolaborasi dengan rekan satu sekolah yang sesama CGP (Calon Guru Penggerak) dalam pengimbasan materi Budaya Positif ini di Komunitas Praktisi SMPN 1 Cisalak. Sebelum ...

Nilai dan Peran Guru Penggerak

Image
  NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK Sari Puji Susanty, S.Pd.,Gr – SMPN 1 Cisalak CGP Angkatan III Kab. Subang Transfromasi pendidikan yang digaungkan melalui Merdeka Belajar membutuhkan Profil Pelajar Pancasila. Hal itu dapat terwujudkan melalui program Guru Penggerak. Guru Penggerak memiliki peranan yang cukup signifikan dalam proses transformasi pendidikan di Indonesia. Seorang Guru Penggerak harus memiliki nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid untuk melaksanakan perannya sebagai pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru, dan mewujudkan kepemimpinan murid. Nilai dan peran Guru Penggerak ini dalam menguatkan Profil Pelajar Pancasila ditumbuhkan melalui keteladanan dan pembiasaan yang konsisten dan sistematik. Hal ini selaras dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara (KHD), bahwa guru adalah aktor, motivator dan fasilitator (ing ngarso sing tulodo, ing madya sing mangun karsa, t...

Mengintip Naskah Analisis Hati

"Aksara ini hanya terbatas A sampai Z, takkan mampu melukiskan untaian kata untuk kupersembahkan padamu. Goresan tinta ini mencoba memaknai pesan cinta yang ingin disampaikan, meski semua aksara ini terbatas." Sepenggal kalimat di atas adalah kalimat yang saya kutip dari naskah terbaru untuk buku antologi terbaru saya. Spoiler dikit ya, hehe ... biar agak penasaran dengan bukunya. Kali ini saya menulis lima surat yang saya tujukan kepada orang tua, anak, diri sendiri, timbangan, dan rinai hujan. Meski dalam tiap suratnya saya tidak menuturkan secara personal, tetapi saya ingin pembaca pun merasakan hal yang sama dan merasa terwakili dengan adanya tulisan saya ini. Saya tertarik ikut ambil bagian dalam menulis buku antologi berjudul Surat Untukmu 3. Kenapa? Buku yang sudah sampai hattrick ini berarti banyak peminatnya, itulah mengapa saya mau bergabung. Saya pun menikmati diksi-diksi apik yang disuguhkan. Kenapa saya mengambil judul Analisis Hati? Sebelumnya momen menulis nask...

Penerbit Mayor

Image
          Hari Rabu, 28 April 2021, saya mengikuti kembali pelatihan Belajar Menulis. Jadwal kali ini digawangi oleh Mr. Bams dengan Pak Edi S. Mulyana sebagai narasumbernya. Beliau akan membahas Penerbit Mayor. Beliau adalah publishing consultant & e-book development penerbit Andi publisher yang notabene merupakan penerbit mayor. Beliau telah menulis karya buku sebanyak sembilan buku.     Di awal pelatihan siang ini Mr. Bams memperkenalkan CV Pak Edi dan menyampaikan hal penting selama pelatihan.     Lalu di sesi pemaparan materi Pak Edi menjelaskan tentang beliau yang merupakan penulis lepas yang hidup dari menulis buku. Menurut beliau, dunia penerbitan sempat mengalami tantangan selama masa pandemi, meskipun sudah berjalan normal lagi. Bisnis penerbitan adalah bisnis yang disertai dengan idealisme di dalamnya, yang tentunya setiap penerbit mempunyai visi dan misi yang berbeda-beda. Pasar toko buku merupakan outlet utama bisnis ini...

Tips Memasarkan Buku ala Om Jay

Image
  Seperti biasa hari Senin saya menyimak pelatihan Belajar Menulis. Pelatihan hari ini Pak Sucipto Ardi bertindak sebagai moderator dan Om Jay sebagai narasumber dengan tema Teknik Memasarkan Buku. Pak Sucipto menjelaskan susunan acara: 1. Pembukaan 2. Paparan narasumber (1 jam) 3. Tanya jawab (1 jam) 4. Penutup Selanjutnya Om Jay menerangkan bahwa untuk bisa memasarkan buku yang bermutu,kita harus belajar bagaimana menulis dan menerbitkan buku. Selanjutnya beliau berkata penulis yang baik adalah pembaca yang baik, kita akan menemukan buku itu bagus setelah membaca isinya. Teknik memasarkan buku ada beberapa cara, salah satu carayang paling banayak dipakai adalah menggunakan media digital dan media sosial. Om Jay sendiri menggunakan blog, YouTube dan Instagram untuk memasarkan bukunya. Menurut beliau, inti dari memasarkan buku adalah adanya kolaborasi. Kita harus bekerjasama dengan orang lain agar buku yang diterbitkan laku di pasaran, termasuk rajin bersilaturahmi. Set...