Posts

KONEKSI ANTARMATERI 3.1

  KONEKSI ANTARMATERI Sari Puji Susanty, S.Pd.,Gr – SMPN 1 Cisalak CGP Angkatan III, Kab. Subang     Pernyataan Pemantik “Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik.” ( Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is the best ) Bob Talbert ·          Kaitan kutipan di atas dengan proses pembelajaran yang sedang saya pelajari adalah bahwa saya tak semata belajar mengenai teori saja, tetapi ada hal-hal penting yang harus diterapkan dengan baik. Bahwa belajar itu butuh kepemimpinan dalam mengambil keputusan yang tepat. Pada kutipan tersebut telah jelas agar kita menanamkan hal-hal utama yang berhubungan dengan nilai dan karakter. ·          Nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dalam suatu pengambilan keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita yaitu dengan melakukan tindakan nya...

JURNAL MONOLOG

  JURNAL MONOLOG DEMONSTRASI KONTEKSTUAL IDE ENGLISH CLUB Sari Puji Susanty, S.Pd.,Gr – SMPN 1 Cisalak CGP Angkatan III, Kab. Subang   “Hidup itu sebuah kesempatan. Kesempatan untuk berbuat atau tidak berbuat sama sekali.” (Indianabiz)                   Pernakah kita mengalami dilema etika dalam kehidupan ini? Saya yakin semua orang pasti pernah mengalaminya. Bagaimana cara kita mengatasinya? Sudahkah mempertimbangkan berbagai hal sebelum memutuskan sesuatu? Perlukah bantuan orang lain dalam memutuskan hal tersebut?                 Pertanyaan di atas sempat mengganjal dan menari-nari di benak saya ketika saya mulai mempelajari modul 3.1 dengan judul Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran . Seolah-olah ada kilas balik yang tergambar, keputusan-keputusan apa saja yang telah saya ambil dan ses...

Penerapan Budaya Positif melalui Keyakinan Kelas

Image
Penerapan Budaya Positif melalui Keyakinan Kelas Sari Puji Susanty, S.Pd.,Gr - SMPN 1 Cisalak CGP Angkatan III, Kab. Subang          Budaya positif merupakan hal-hal positif yang dilakukan secara terus menerus melalui pembiasaan-pembiasaan sehingga membudaya. Budaya positif yang diterapkan baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah akan menciptakan lingkungan belajar yang positif, nyaman, menyenangkan dan berpihak pada murid.             Budaya positif ini harus dimulai dari lingkup yang terkecil dulu, yaitu di dalam kelas. Dari sekian banyak budaya positif yang dapat ditanamkan, maka langkah awal yang dilakukan adalah menerapkan keyakinan kelas. Mengapa? Apa bedanya Keyakinan Kelas dengan peraturan kelas?                Setiap tindakan atau perilaku yang kita lakukan di dalam kelas dapat menentukan terciptanya sebuah lingkungan positif. Perilaku warga kelas tersebut menjadi sebuah ke...

Koneksi antar materi

 KONEKSI ANTAR MATERI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan tersebut terkait dengan: 1. Menciptakan lingkungan belajar yang mengundang murid untuk belajar. 2. Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas bagi guru dan murid. 3. Penilaian berkelanjutan. 4. Cara guru merespon kebutuhan belajar murid. 5. Manajemen kelas yang efektif. Kebutuhan belajar murid meliputi: 1. Kesiapan belajar (readiness) murid. Murid akan menunjukkan kinerja yang lebih baik jika tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya. 2. Minat murid. Jika tugas-tugas tersebut memicu keingintahuan atau hasrat dalam diri seorang murid yang sesuai dengan minatnya. 3. Profil belajar murid. Jika tugas itu memberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja dengan cara yang mereka ...

Pembelajaran Berdiferensiasi

  EKSPLORASI KONSEP MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Sari Puji Susanty, S.Pd.,Gr – SMPN 1 Cisalak CGP Angkatan III, Kab. Subang   Hasil pengamatan video dan artikel di LMS 1.     Informasi atau fakta yang disampaikan dalam video Tiga aspek kebutuhan belajar murid: kesiapan belajar, minat belajar, profil belajar. Strategi diferensiasi: - Diferensiasi konten, yaitu apa yang diajarkan kepada murid dengan mempertimbangkan pemetaan kebutuhan belajar murid dari segi kesiapan belajar, minat, dan profil belajar atau kombinasi dari ketiganya. - Diferensiasi proses, yaitu guru perlu memahami apakah murid akan belajar berkelompok atau mandiri, mengembangkan kegiatan bervariasi yang mengakomodasi gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Pada kegiatan ini hal yang dapat dilakukan oleh guru misalnya; kegiatan berjenjang, memberikan pertanyaan pemandu, agenda individu, variasi lama waktu, kegiatan bervariasi, dan pengelompokan fleksibel. - Difer...

Aksi Nyata Budaya Positif

Image
  Kolaboratif Menerapkan Budaya Positif Sari Puji Susanty – SMPN 1 Cisalak CGP Angkatan III, Kab. Subang             Budaya positif yang terdapat di modul 1.4 pada Program Guru Penggerak mencakup materi perubahan paradigma, konsep disiplin positif dan motivasi, keyakinan kelas, pemenuhan kebutuhan dasar, lima posisi control, dan segitiga restitusi.                Banyak hal menarik selama belajar mandiri mengenai budaya positif ini. Poin pentingnya adalah penerapannya dimulai dari lingkup terkecil yaitu kelas, yang tentunya kebiasaan-kebiasaan positif ini akan membudaya ke lingkup yang lebih luas yaitu sekolah, bahkan masyarakat.                Pada aksi nyata yang saya lakukan adalah berkolaborasi dengan rekan satu sekolah yang sesama CGP (Calon Guru Penggerak) dalam pengimbasan materi Budaya Positif ini di Komunitas Praktisi SMPN 1 Cisalak. Sebelum ...

Nilai dan Peran Guru Penggerak

Image
  NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK Sari Puji Susanty, S.Pd.,Gr – SMPN 1 Cisalak CGP Angkatan III Kab. Subang Transfromasi pendidikan yang digaungkan melalui Merdeka Belajar membutuhkan Profil Pelajar Pancasila. Hal itu dapat terwujudkan melalui program Guru Penggerak. Guru Penggerak memiliki peranan yang cukup signifikan dalam proses transformasi pendidikan di Indonesia. Seorang Guru Penggerak harus memiliki nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid untuk melaksanakan perannya sebagai pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru, dan mewujudkan kepemimpinan murid. Nilai dan peran Guru Penggerak ini dalam menguatkan Profil Pelajar Pancasila ditumbuhkan melalui keteladanan dan pembiasaan yang konsisten dan sistematik. Hal ini selaras dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara (KHD), bahwa guru adalah aktor, motivator dan fasilitator (ing ngarso sing tulodo, ing madya sing mangun karsa, t...